DPRD Kukar Soroti Kondisi Rumah Aman yang Dinilai Tidak Layak Huni, Harap Pemerintah Daerah Beri Perhatian
Sri Muryani saat menghadiri rapat perencanaan awal RPJMD 2025-2029. (pic:Tanty)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR
: Anggota Komisi I DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) dari Fraksi Golkar, Sri
Muryani, menyoroti kondisi Rumah Aman yang diperuntukkan bagi perempuan dan
anak korban kekerasan.
Hal tersebut Ia
sampaikan saat menghadiri forum pembahasan rancangan awal RPJMD Kukar di ruang
rapat Badan Musyawarah DPRD Kukar, pada Senin (04/08/2025).
Dirinya mengaku dalam
kunjungannya baru-baru ini ke Rumah Aman, Sri Muryani menilai kalau rumah tersebut jauh dari kata layak dan tidak memenuhi standar sebagai tempat
perlindungan.
"Dan kemarin
juga saya melihat langsung ke Rumah Aman. Ternyata rumah itu belum bisa
dikatakan Aman. Fasilitasnya tidak lengkap dan tidak menunjang kenyamanan
maupun keamanan penghuninya," ungkap Sri Muryani.
Ia menyebutkan
sejumlah fasilitas dasar yang seharusnya ada justru tidak tersedia.
"Tempat tidurnya
saja tidak ada, kamar mandi dan dapurnya juga dalam kondisi tidak layak.
Bangunannya memang ada, tapi fasilitas di dalamnya nihil," tegasnya.
Sri Muryani juga
menekankan pentingnya perhatian serius terhadap sarana perlindungan bagi
perempuan. Menurutnya, perempuan
memiliki hak yang setara dengan laki-laki, termasuk dalam mendapatkan
perlindungan dan rasa aman.
"Perempuan dan
laki-laki itu sederajat. Tidak ada yang membedakan, karena yang membedakan
hanyalah ketakwaan, bukan jenis kelamin. Kalau Allah menciptakan kepala
perempuan, itu artinya perempuan juga punya hak untuk memimpin dan diperlakukan
setara," jelas Sri Muryani.
Ia berharap pemerintah daerah memberikan perhatian lebih pada keberadaan dan kelayakan fasilitas Rumah Aman, agar benar-benar menjadi tempat yang nyaman, aman, dan layak bagi para korban kekerasan.
Rumah Aman seharusnya menjadi bukti hadirinya pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat. (Adv/Tan)